Bahasa | English









Piece of Mind by Faiza Mardzoeki: In the Story of the Gerwani Women, Truth and False Memories
 
Women Center Stage
 
The Female Form As Seen by Women
 
‘Nymphs’ Dance Around Anti-Pornography Law
 
Women Making New Home on Indonesia's Stages
 
A Celebration Of Friendship Through Art in Jakarta
 
One Woman’s Mission to Save Traditional Indonesian Dance
 
Starting With the Woman in the Mirror
 
Dance Opera Taps Into Javanese Tradition
 
Layers of Beauty, Captured in Snapshots
 
Derau Stereotip Beatrix
 
Dari Perempuan tentang Tubuh
 
Perupa Perempuan, Nyoman Sani, Gelar Pameran Tunggal
 
Para Perupa Perempuan Pameran Bareng di Yogyakarta
 
Linda Christanty Kembali Raih Khatulistiwa Literary Awards
 
Tamasya ke Trauma Sekar
 
Menelurkan Aktor Monolog
 
Teater Bertendens Tiga Perempuan
 
Catatan Harian "Anjing Laksmi"
 
Ayu Utami: Madonna dalam Sastra Indonesia
 
Wajah Kontemporer Seni Serat
 
Lompatan Si Kijang Kencana
 
Dua Pertunjukan, Dua Sikap
 
Kisah dari Obyek-obyek Mini
 
Menarikan Semangat Perempuan Aceh
 
Membangun Sebuah Teater Pemberdayaan
 
Tiga Eksplorasi Gerak Fitri Setyaningsih
 
Geurangsang, Bangkitnya Perempuan Aceh
 
Perempuan Penantang Badai
 
Buluh Nadi Farida Oetoyo
 
Titi Sjuman Perempuan Satu-satunya
 
Perempuan dalam Dunia Cerpen
 
Drawing tentang Kemurungan
 
Patung-patung Seksi Altje Ully
 
Munculnya Para Komedian Perempuan
 
Sisa-Sisa Pemerkosaan itu…
 
Catatan dari Pameran Seni Kontemporer, Ada Kisah di Balik Pintu
 
Perempuan, Tubuh, dan Citra
 
Peneguhan Prasangka Gender
 
Srikandi Menolak Malu
 
Kartini, Perempuan, dan Agama
 
Dari Perempuan tentang Tubuh
 
Tubuh Perempuan Bertanduk Rusa
 
Pameran Mengenang Umi Dachlan
 
Tiga Naskah dalam Panggung dari Perempuan 2
 
Panggung Perempuan dari Masa Lalu
 
Tantangan dari Arahmaiani
 
Teater "Tanah Perempuan" Dipentaskan di Aceh
 
Suara Seniman Perempuan di Hari Kartini
 
PERNIK, Seni dan Perempuan
 
Indonesian Artist Finds Home Away From Home
 
Artist Altje Ully Breaks the Mold
 
Starting With the Woman in the Mirror
 
Kerja “Do It Your Self” Mutya Lorenza Dalam Album Faith, Love, Forgiveness
 
‘Poison’ Pill to Reveal Artist Within
 
A Unique Creative Retreat
 
An Artistic Middle Ground
 
Bermain-main Dengan Konvensi Diri
 
Women artists explore individual spirituality
 
At last, Altje Ully talks back
 
Dekonstruksi Perempuan dalam Seni Keramik
 
Persoalan Perempuan dalam Visual
 
Review Perempuan Bikin Rumah : Membaca Dunia Perempuan
 
Membaca Perempuan lewat ''Vagina Monolog''
 
Menggugat Kesewenangan Lewat Teater
 
Masa Lalu Tiga Perempuan
 
Teater: 3 Perempuan Pentas di Tiga Kota
 
Panggung Perempuan dari Masa Lalu
 
Pentas Tiga Penyair Perempuan
 
40 Wanita Pelukis Indonesia Gelar Pameran di Malaysia
 
Fitri Yani Luncurkan 'Dermaga Tak Bernama’
 
Female theater workers demand recognition in history books
 
Ayu Utami on literature, sex and politics
 
Fighting fundamentalism with her mighty pen
 
Nia Dinata: All it takes is courage
 
Ceko Pamerkan Film Perempuan Sineas Indonesia Festival Film Indonesia ke-4 di Ceko mendapat dukungan dari sutradara senior di negeri itu
 
Ceko Sambut Meriah Film 2 Wanita Sineas RI Film Nia Dinata dan Nan Achnas masing-masing ditonton sekitar 150 orang di Praha, Ceko
 
Art Unites Women of Indonesia, Iran
 
Viva Viva! Writer and Director
 
Loncatan leila, si kuda hitam
 
Generasi Terbaru Novelis Kita: Antara Marrakesh, Moskow, dan Spinoza
 
FRAU: Menenun Hujan Bersama Oskar
 
Kanvas Bebas Ay Tjoe
 
Catatan dari Pameran Seni Kontemporer; Ada Kisah di Balik Pintu
 
Art Exhibition Showcases Women’s Hidden Talent
 
Straight Talk by 7 Female Artists
 
Female Artists ‘Body’ of Work on Display in Jakarta
 
Pelukis Indonesia Ellawijt Pameran Tunggal di Chicago
 
Fakta dan Mitos Emiria Soenassa
 
Pameran Sang Perintis di BBJ
 
Kebisuan Perempuan Komponis
 
Tintin Wulia: At ease with experimenting
 
Emiria Soenassa: An auspicious artist
 
Dekonstruksi Perempuan dalam Seni Keramik
 
Seni, Siasat Perempuan Adat Cigugur
 
Seni Rupa Berbingkai Perempuan
 
Tubuh Wanita di Mata 43 Wanita Perupa
 
Diambil dari: The Jakarta Globe
Last month I visited the Monumen Pancasila Sakti at Lubang Buaya, Jakarta, for the first time.